Senin, 11 November 2013

Semua dari awal

Memang dalam kehidupan ini banyak banget kenangan,cerita,mulai dari yang seneng,sedih,susah.Dan ketika kita terjebak dalam masalah kita tahu dan sadar mau ga mau kudu di hadepi.
Ini kisahaku,berawal dari sini,semoga kalian bisa mendapat hikmah dari kisahku ini.
-------- one story ---------
Aku lahir dikalimantan tengah tepatnya di puruk cahu 25th silam.normal ya sangat normal,bapak,ibu,aku,kakak angkat,dan adekku.kami tinggal sekeluarga dikalimantan dikarenakan bapak bekerja mnjadi PNS disana,kalimantan yg dulu bukan yg sekarang,hutan masih jadi rumah bagi banyak hewan,tak sedikit monyet yang suka bermain di depan rumahku,keluarga kami hidup bahagia,senang tiap hari dialami,sampai menjelang waktunya masuk TK,kami pindah di jogja ,umurku 5 thn saat ak pindah dijogja,tapi bapaku ttp berada dikalimantan demi melanjutkan pekerjaannya sebagai PNS di dinas kehutanan.Di jogja kami ada saudara dari bapak dan ibu,sebenarnya mereka memang berasal dari jogja semua bahkan keluarga bapak dan ibu rumahnya tidak jauh kurang lebih 350 meter,dan rumah yang kami tinggali tidak jauh juga dari kakek dan nenek,dari keluarga besar kami keluarga ibu lah yang sedikit berkecukupan,kakek adalah seorang pemborong property jadi bisa dikatan keluarga dari ibu sedikit hidup mewah,lain halnya dengan keluarga bapak,keluarga besar beliau benar" merasakan apa yang namanya hidup susah,bapaku 10 bersaudara,maklum jaman dulu beranggapan banyak anak banyak rejeki,pernah ak diceritakab masa susah keluarga bapak,dulu mereka tinggal dirumah tepatnya dilorong rumah,makanpun menunggu kakek pulang kerja dan itupun harus berbagi kpd 9 org lainnya.kembali ke hidupan keluargaku,aku,ibu,kakak,dan adik tinggal di wilayah njeron beteng atau masih berada di wilayah dalem kraton yogyakarta,rumah kami kecil hanya terdapat 2 kamar tidur,aku dan adikku tidur diruang tamu ,haha gelar karpet dan diberi spring bed,tidur dan masih minum botol susu sambil nonton tv,ibuku biasanya tidur diantara kami berdua,kakak angkatku tidur dikamar,silsilah kakaku ini sampe skrng masih blom tau gimana ceritanya dia bisa diangkat jd anak,menurut cerita dulu ibuku menginginkan anak perempuan,karena memang aku dan adikku adalah laki",tiap kami dibelikan sesuatu kakakku iri knapa yg dibelikan kami berdua dahulu,dan ibu bilang 'buat adikknya dulu kamu nanti mama belikan sendiri',waktu terus berlalu,dan kakaku beranjak memasuki sekolah SMA,dan mulai mengenal cinta tp hubungan dia dgn pacarnya tidak direstui ibu,karna apa akupun tidak tahu,dan tiba" ada kabar kakakku hamil,sontak ibuku marah besar seisi rumah ramai dengan suara ibu,ibuku ini amat keras lebih keras dari bapakku,sampai" ibuku menjambak kakakku dan mengusirnya,waktu itu aku msh terlalu kecil,dan mungkin menangislah yg bisa aku lakuin dan meminta ibuku untuk tenang,aku tahu ibuku ini amat keras msh ingat dahulu ak pernah tidak diberi masuk kerumah karena ke asyikan main dengan teman"ku sewaktu kecil,dan aku menangis sejadi jadinya,tapi mulai beranjak dewasa aku mengerti bahwa itu semua demi kebaikanku juga..
ak amat sayang dengan ibuku.Setelah kakaku hamil,dia pergi dgn pacarnya dan tinggal bersamanya di salatiga,sesekali dia pulang dgn anaknya,ibukupun melihat bayi teramat senang,dan amarahnya yg dahulu seakan tiada lagi,tetapi kakakku ttp tinggal bersama suaminya,hari hari kami lalui,ibuku tidak ingin bergantung penghasilan dari bapakku,lalu ibuku mencoba membuka warung dirumah,garasi yang kecil di manfaatkan untuk membuka kios kecil,disitu terdapat sembako dll,beras,gula,minyak tanah,jajanan dan masih banyak lagi,masih ingat didalam ingatan,setiap ibuku membeli stok barang di pasar beliau selalu mengajakku   ,dengan menggunakan becak atau dengan motor,biasanya membeli stok barang di pasar beringharjo,dan setiap kepasar kami berdua selalu menyemptkan untuk membeli soto dipasar itu,waktu itu ak sudah duduk dibangku SD kelas 1.Bapakku tiap lebaran selalu pulang kejogja,dan kami selalu senang akan hal itu,terlebih aku,aku senang saat bapakku pulang dan pasti dijogja selalu dibelikannya mainan,banyak sekali mainan sampe ada satu kardus besar untuk menyimpannya,nikmat Allah begitu kami rasakan,dengan cukupnya rejeki,kami memiliki kendaraan yaitu mobil,waktu itu mobil pertama kami adalah suzuki jimny,ya tentu bahagia kami rasakan,setelah itu karna ibuku jualan ditumah,dan tak sedikit yg beli disitu,tak lama mobil diganti menjadi suzuki pickup,walaupun pickup,kami senang,suatu saat kami pergi memancing bersama keluarga,karna pickup hanya cukup untuk 2 org dikutai depan,akhirnya aku,adikku dan tanteku semua berada di belakang,tak ayal kami riang karna waktu itu blom pernah kami naik mobil di ruangan terbuka,dan setelah itu seiring waktu berjalan,dan ak memasuki bangku kelas 3 dan adikku masuk kelas 1 SD,adikku ini dibidang pendidikan awalnya memang agak kurang,mungkin karna ibuku juga terlalu sibuk dan capek sehingga tidak cukup waktu membimbing anaknya untuk belajar,dan pada waktu itu adikku,tidak naik kelas 2,dan mau tidak mau adikku pindah sekolah dan tak jauh dari rumah juga,tetapi hikmah setelah pindah sekolah itu dirasakan baik,karna setelah itu tk pernah dia tinggal kelas,dan tk disangka ternyata ibukku hamil lagi,dan kami gembira bukan main saat itu,'aku punya adik lagi' dan itu membuatku senang,dan setelah melahirkan ternyata adikku laki" lagi,dan dikeluarga kami ada 3 jagoan yg siap menjadi menjaga rumah hahaha,adikku yg ketiga ini amat aku sayang,dari bayi dia udah dekat denganku,bahkan tiap mau tidur aku yang meminta sendiri untuk menggendongnya hingga tidur nyenyak,dan sampai umurku 25thn ak paling dekat dgn adikku yg ke 3,kemudian suatu waktu hari dimana kebahagiaan keluarga kami yg begitu indah dan normal mulai berbeda itu datang,ibukku ini memang orangnya mudah bergaul,beliau tidak memilih milih teman,beliau suka pergi bersama teman"nya,tapi tentu juga tahu akan batasannya..,dan disuatu malam yg sebelumnya tidak pernah terjadi apa" tiba" aku melihat ibuku menangis sambil beliau berbicara melalui telepon,aku tau ibuku menangis karna telepon rumah memang berada di ruang tamu,kami tidur juga diruang tamu,dan aku mengetahuinya,ibuku menangis sambil berbicara lewat telepon,dan hati aku bertanya,siapa orang yang membuat ibukku menangis,dan apa penyebabnya,disitu aku hanya terdiam sambil melihat ibukku menangis,ibukku amat dekat sekali denganku,kemana beliau pergi pasti selalu membawaku,entah siang,sore,ataupun malam,karena akulah anak laki" yg paling besar,semua nasihat,semua arahan,semua pengalaman,semua ilmu diberikan kepadaku dan takkan lupa sampai kapanpun,dan suatu ketika aku diberi tahu oleh ibukku,bahwa bapakkulah yg membuat ibukku menangis waktu itu,diceritakannya bahwa bapakku mempunyai wanita lain dikalimantan,semenjak kejadian itu ibukku benci pada bapakku,ibukku tetap tegar,beliau berusaha mencari informasi tentang keberadaan bapakku melalui teman"nya,tetapi tak kunjung ditemui,dan tak lama setelah itu ujian dari Allah pun datang,ibuku jatuh sakit,diketahui beliau mengidap kangker payudara,selama sakit dan selama pengobatan beliau tetap sendiri,hanya aku yang dibawanya sebagai pendamping disisinya,kami stop berjualan dan stop membuka kios sembako lagi,semua habis tak tersisa,pembantu yg tadinya ada 2 kini tinggal 1 untuk mengurus adikku yg ke 3,tidak ada waktu ibukku untuk mengurus anak"nya karena beliau juga ada masalah ,dan aku juga merasakannya,setelah beberapa lama,ibuku naik meja operasi,dan diangkatlah kangker itu,tidak ada yang menemani bahkan bapakku tidak ada disampingnya kala itu,kejadian itu membuat aku berpikir,bahwa bapakku ini jahat kepada ibukku,selama ini akulah anak yg satu"nya setia menunggu dan menemani ibukku,tiap pulang sekolah aku selalu naik bus menuju rumah sakit sendiri,dan saat itu aku msh duduk di kelas 4,tidak ada rasa takut aku buat naik bus sndirian,aku hanya dibekali uang 500 rupiah untuk naik bus dari rumah,dan dari rumah menuju pemberhentian bus aku jalan kaki,semua aku lakukan demi menemani ibukku di rumah sakit sardjito,ak sudah ditanamkan rasa ke mandirian sejak kecil oleh ibukku,dan semuanya berasal dari ibukku kala itu dan bukan bapakku,ak masih ingat nasihat ibukku,'jadilah anak yg mandiri,rasah cengeng,klo bisa dilakuin sendiri kerjakan sendiri ga usah nyuruh" orang lain,besok kmu kalo udah besar jaga adik"mu ,cuma kamu yg mama harepin.hingga akhirnya ibukku keluar dari rumah sakit,dalam pikiranku kala itu sesudah operasi maka ibukku dinyatakan sehat normal,ternyata ujian Allah tidak berhenti sampai disitu,ternyata ibukku harus menjalani kemo terapy tiap minggu,dan lagi akulah satu"nya orang yg setia menemani ibu,kami tidak mengendarai mobil,kami menggunakan bus menuju ke rumah sakit,aku tidak merasakan kesedihan,aku senang diajak keluar oleh ibu,jd serasa tidak terjadi apa",tiap pengobatan sudah dijalani,kondisi fisik ibukku semakin menurun,tapi ibukku tidak memikirkannya,di sisa hidupnya beliau ingin menikmatinya dengan suka cita,jadilah aku dan adiku no 2 diajak jalan" ke semarang bersama teman ibukku,kami bersenang",setelah itu selang beberapa bulan kondisi ibukku semakin drop,rambut rontok,badan kurus tinggal kulit dan tulang,akupun hanya melihat terdiam,melihat seorang ibu yang dulu ceria sekarang terkapar tak berdaya,dan bapakku dikalimantan msh sering kirim uang demi pengobatan ibukku,tp bapakku tidak datang padahal saudara" mencarinya,suatu ketika dihalaman rumah,aku dan adikku bermain bola dan berisik,hal itu membuat  kakek kami marah dan entah mengapa kakek memarahi aku dan memukul punggungku dgn pipa paralon,aku nangis sejadinya,kemudian aku mandi punggung ini terasa perih,sehari setelah aku pulang dari sekolah aku lari dari rumah dan menuju ke rumah kakek dari keluarga bapakku,aku tinggal dirumah yg apa adanya waktu itu,disini aku mendapat kasih syg yg berbeda,mereka mengurusku dgn baik,dan aku tidak mau lagi kembali kerumah kakek dari kluarga ibukku,ttpi aku sesekali kesana untuk menjenguk ibukku,dan suatu sore hari saat aku duduk di jendela rumah,bibiku tiba" memberi kabar yg mengejutkan,bibi bilang ibukku telah tiada,dengan hati berdebar campur kaget campur aduk semua jd satu,aku langsung menangis dan meminta tolong agar diantar sampai kerumah ibukku,ak berjalan menuju kamar ibuku dan melihat ibukku sudah terbujur kaku dikasur,aku menangis keras,tidak menyangka bahwa ibukku sudah tiada,padahal aku kira ibu akan membaik kondisinya,ak terdiam dan hanya diam menyaksikan prosesi jenasah yg dikuburkan dengan upacara katolik,dan baru itulah aku mengetahui ibuku seorang katolik,bapakku tidak ada di prosesi pemakaman,entah dimana beliau,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar